Jumat, 15 April 2011

Mengenal Diri & Potensinya Dengan Jendela Jauhari

Johari / Jahari/ Jauhari window (Jendela Jauhari) adalah teori psikologis yang dikembangkan oleh Joseph Luft & Harry Ingram tahun 1955 di Amerika Serikat, yang bisa digunakan untuk pengenalan diri dan meningkatkan kerjasama antar individu dalam kelompok (kerja tim). Berupa satu kotak yang dibagi jadi empat petak.
 
Penjelasan searah jarum jam:
Petak pertama adalah bidang terbuka / bebas / publik, berkenaan dengan segala informasi latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, hobi dan hal-hal lain yang diketahui oleh ybs. dan rekan satu timnya. Petak inilah yang harus dipupuk dan dikembangkan karena komunikasi dan kerjasama bisa berjalan dengan baik tanpa gangguan dan ketidakpercayaan jika petak ini cukup besar pada orang ybs.

Petak kedua adalah bidang titik buta, mencakup segala yang diketahui oleh rekan satu tim, tetapi tidak disadari oleh orang yang bersangkutan. Petak ini harus diciutkan agar petak pertama lebih berkembang, dengan cara meminta masukan dan kritik dari rekan satu tim

Petak ketiga adalah bidang diri tersembunyi / kedok, terdiri dari segala hal yang diketahui sendiri dan tidak diungkapkan kepada orang lain, rasa takut, alasan pribadi, kepentingan pribadi dan rahasia manusiawi lainnya. Bidang ini bisa diungkapkan dengan proses pengungkapan sehingga nantinya berkembang ke arah petak pertama

Petak keempat adalah bidang diri yang belum dikenal, menyangkut perasaan, kemampuan, pengalaman, yang tidak disadari baik oleh diri pribadi maupun orang lain.
Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat 4 tipe manusia yaitu :
 
1. Tahu-tahu
Jenis tipe orang yang sedikit arogan, dia tahu kalau dirinya tahu akan kelebihan dan potensi diri, agak sedikit narsis juga. Tapi di balik sikapnya yang sedikit arogan, dia tahu bagaimana memanfaatkan potensi dirinya sehingga dapat membawanya ke puncak karir
2. tidak tahu-tahu
Tipe ini adalah orang yang tidak tahu kalau dirinya tahu banyak hal, orang ini membutuhkan orang lain untuk menemukan bakatnya. Harus ada suatu keadaan atau seseorang yang akhirnya membuatnya sadar akan bakatnya di suatu bidang
3. tahu-tidak tahu
Tipe orang ini adalah orang yang tahu kalau dia tidak tahu. Karena ketidaktauannya dia terus belajar apa saja dan kepada siapa saja. Sikap ini membuat orang lain jadi menyukainya
4. tidak tahu-tidak tahu
ini tipe orang yang paling parah, semoga pembaca tidak termasuk dalam tipe ini. Ini orang benar2 tidak tahu kalau dirinya tidak tahu apa-apa tetapi sok tahu. Udah gitu gak mau tahu lagi. Hidupnya sering terlibat pertengkaran dengan orang-orang sekitarnya.

Dari keempat tipe tersebut, tipe manakah anda ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar